Selasa, 24 Maret 2015

Strategi Pembelajaran



DAFTAR ISI
BAB I                                                                                                            
PENDAHULUAN                                                                                        
Latar Belakang                                                                                              
Rumusan Masalah                                                                                          
Tujuan rumusan masalah                                                                                 
BAB II                                                                                                                       
PEMBAHASAN                                                                                            
Pengertian Strategi Pembelajaran                                                               
Istilah-Istilah Yang Hampir Sama Dengan Strategi Pembelajaran                 
Macam-Macam Strategi Pembelajaran                                                            
BAB III
PENUTUP                                                                                                     
Kesimpulan                                                                                                     












KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil alamin
Hanya kata Alhamdulillah yang bisa kami ungkapkan atas pertolongan dan hidayah NYA, sehingga makalah ini dapat terselesaikan walaupun dengan waktu yang agak singkat dan dengan jumlah jadwal yang agak padat.
Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi agung Muhammad SAW, sang revolusioner terbesar yang ada dalam sejarah, dan yang patut kita jadikan teladan seumur hidup.
Makalah yang berjudul “STRATEGI PEMBELAJARAN” ini, kami hadiahkan untuk semua saja yang mau membacanya, khususnya kepada bapak dosen kami (Dr.Mundir) yang telah memberi semangat dalam peyusunan makalah ini, semoga apa yang dipaparkan bisa memberi manfaat bagi pembaca, dan menjadi amal shaleh bagi penyusunnya.
Akhirnya, dengan mengharap ridho dari Allah…..
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh











BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Di zaman yang sudah maju seperti sekarang ini, pengajaran dan pendidikan sangatlah penting sekali bagi kemajuan suatu bangsa. Pemerintah Indonesia, setelah melihat karakter bangsanya yang sudah memudar, sudah berbelok dari ciri khas watak rakyat Indonesia yang terkenal santun, cerdas dan pemberani, saat ini gencar-gencarnya melaksanakan suatu program pendidikan yang berbasis karakter untuk mencapai kejayaan sebagaimana yang telah diraih oleh bangsa di sekitarnya.
Pendidikan Karakter dirancang untuk mencetak generasi penerus bangsa yang mampu memajukan tanah air negeri tercinta ini. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional telah disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Ingatkah kita akan sejarah negeri jepang setelah kota Nagasaki dan Herosima di hancurkan oleh Nuklir Amerika dan sekutunya, bangkit menjadi negara yang mempunyai peradaban maju, berteknologi canggih dan berpendidikan tinggi. Seorang raja Hirohito tidak putus asa dengan kehancuran dua kota tersebut, dan memulai membangun negeri jepang dengan prinsip pendidikan. Dengan sisa guru-guru yang masih hidup, negeri jepang bisa kembali meraih kejayaan.
Tentunya, kesuksesan negeri jepang dalam meraih suatu kejayaan melalui pendidikan, bukan hanya dengan pendidikan yang asal-asalan, melainkan menggunakan cara-cara, strategi atau metode yang sangat bagus sekali.
B.     RUMUSAN MASALAH
·         Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran?
·         Istilah-istilah apa saja yang hampir sama dengan strategi pembelajaran?
·         Apa saja macam-macam strategi pembelajaran?
C.     TUJUAN RUMUSAN MASALAH
·         Mahasiswa mengerti definisi dari strategi pembelajaran
·         Mahasiswa faham tentang istilah-istilah yang berkaitan/hampir sama dengan strategi pembelajaran.
·         Mahasiswa mengetahui macam-macam strategi pembelajaran.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Secara umum, strategi bisa diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Kalau kita kaitkan dengan pembelajaran, maka strategi pembelajaran adalah pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam mewujudkan suatu pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan yang telah digariskan.
Menurut Suyono, Strategi pembelajaran adalah rangkaian kegiatan dalam proses pembelajaran yang terkait dengan pengelolaan siswa, pengelolaan guru, pengelolaan kegiatan pembelajaran, pengelolaan lingkungan belajar, pengelolaan sumber belajar dan penilaian (asasmen) agar pembelajaran lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan
Menurut sanjaya (2007 : 126) dalam dunia pendidikan, strategi di artikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan Kemp (Wina Senjaya : 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat di capai secara efektif dan efisien. Selanjutnya dengan mengutip pemikiran J.R. David Wina Senjaya menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan, artinya bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning.
B.     ISTILAH-ISTILAH YANG HAMPIR SAMA DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Ada beberapa istilah yang hampir sama dengan strategi yaitu : pendekatan, metode, tehnik atau taktik dalam pembelajaran.
ü  Pendekatan adalah konsep dasar yag mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan mendasari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif (Sanjaya, 2008:127).
ü  Metode pembelajaran adalah prosedur urutan, langkah-langkah dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat diabarkan kedalam berbagai metode pembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang di fokuskan ke pencapaian tujuan.
ü  Tehnik pembelajaran adalah suatu cara yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka mengimplementasikan  suatu metode pembelajaran, misalnya, cara yang harus dilakukan agar metode ceramah berjalan efektif dan efisien. Dengan demikian, sebelum seseorang melakukan proses ceramah, sebaiknya memperhatikan kondisi dan situasi, misalnya berceramah pada siang hari setelah makan siang dengan jumlah siswa yang banyak tentu saja akan berbeda jika ceramah itu dilakukan pada pagi hari dengan jumlah siswa yang terbatas.
ü  Taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu tehnik atau metode tertentu. Taktik sifatnya lebih individual, walaupun dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah dalam situasi dan kondisi yang sama, sudah pasti mereka akan melakukannya secara berbeda, misalnya : dalam taktik menggunakan ilustrasi atau menggunakan gaya bahasa agar materi yang disampaikan mudah dipahami.
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa suatu strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan tergantung pada pendekatan yang digunakan, sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu, dapat ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran, guru dapat menentukan tehnik yang dianggapnya relevan dengan metode, dan penggunaan tehnik itu, setiap guru memiliki taktik yang mungkin berbeda antara guru yang satu dengan yang lain. Untuk itu, strategi dapat diasumsikan sama artinya dengan sebuah siasat, cara atau taktik, jadi, setelah guru menetapkan pendekatan pembelajaran, maka selanjutnya guru harus menyusun sebuah strategi dalam pembelajaran, dan dalam strategi itulah seorang guru harus memakai suatu metode, diteruskan dengan memakai suatu tehnik-tehnik serta taktik dalam pembelajaran

















Rounded Rectangle: METODE

Rounded Rectangle: PENDEKATAN
Rounded Rectangle: STRATEGI












Rounded Rectangle: TEHNIK


Rounded Rectangle: TAKTIK





 







C.     MACAM-MACAM STRATEGI PEMBELAJARAN
Macam-macam strategi pembelajaran meliputi :
·         Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE)
Istilah ekspositori berasal dari konsep eksposisi yang berarti memberi penjelasan. Dalam konteks pembelajaran, ekspositori merupakan strategi yang dilakukan guru untuk mengatakan atau menjelaskan fakta-fakta, gagasan-gagasan dan informasi-informasi penting lainnya kepada para pembelajar.
Ada beberapa pendapat para ahli mengenai strategi ekspositori, antara lain :
a.       Wina Sanjaya “Strategi pembelajaran ekspositori adalah salah satu diantara strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses bertutur”. Materi pembelajaran sengaja diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah menyimak dan mendengarkan materi yang disampaikan guru.
b.      Direktorat Tenaga Kependidikan “Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal”. Dalam strategi ini, materi pelajaran disampaikan langsung oleh guru. Siswa tidak dituntut untuk menemukan materi itu. Materi pelajaran seakan akan sudah jadi, karena strategi ekspositori lebih menekankan kepada proses bertutur, maka sering juga dinamakn strategi “Chalk and Talk”.
c.       Roy Killen (1998) menamakan strategi ekspositori ini dengan istilah strategi pembelajaran langsung (direct instruction). Dalam sistem ini, guru menyajikan bahan dalam bentuk yang telah dipersiapkan secara rapi, sistematik dan lengkap, sehingga siswa tinggal menyimak dan mencernanya secara teratur dan tertib.
Strategi pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher centered approach), dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini guru memegang peran yang sangat dominan. Strategi ini mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya :
ü  Dengan strategi pembelajaran ekspositori, guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran. Ia dapat mengetahui sampai sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan.
ü  Strategi pembelajaran ekspositori dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas, sementara itu waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas.
ü  Melalui strategi pembelajaran ekspositori, selain siswa dapat mendengar melalui penuturan tentang suatu materi pelajaran, juga sekaligus siswa bisa melihat atau mengobservasi (melalui pelaksanaan demonstrasi).
ü  Strategi pembelajaran ekspositori ini bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar.
Disamping memiliki keunggulan, strategi pembelajaran ekspositori ini mempunyai kelemahan, yaitu : strategi pembelajaran ini hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik. Untuk siswa yang tidak memiliki kemampuan seperti itu perlu digunakan strategi lain.
·         Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)
Inkuiri yang dalam bahasa inggris inquiry berarti pernyataan, pemeriksaan atau penyelidikan. Inkuiri sebagai suatu proses umum yang dilakukan manusia untuk mencari atau memahami informasi. Gulo (2002), menyatakan strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuan dengan penuh percaya diri.
Pembelajaran inkuiri menurut Suchman adalah peran guru dalam memonitor pertanyaan siswa untuk mencegah agar proses inkuiri tidak sama dengan permainan tebakan. Hal ini memerlukan dua aturan penting, yaitu :
1.      Pertanyaan harus dijawab ya atau tidak, dan harus diucapkan dengan suatu cara agar siswa dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan melakukan pengamatan.
2.      Pertanyaan harus disusun sedemikian rupa, sehingga tidak menyebabkan guru memberikan jawaban pertanyaan tersebut, tetapi mengarahkan siswa untuk menemukan jawaban sendiri.
Strategi pembelajaran inkuiri seperti yang dikutip oleh kardi (2003:10) mempunyai 2 kelebihan, yaitu :
1.      Penelitian dapat diselesaikan dalam waktu satu periode pertemuan. Waktu yang singkat ini memungkinkan siswa dapat mengalami siklus inkuiri dengan cepat, dan dengan pelatihan, mereka akan terampil melakukan inkuiri.
2.      Lebih efektif dalam semua bidang didalam kurikulum.
Pembelajaran ini sangat cocok untuk materi pelajaran yang bersifat kognitif. Kelemahannya antara lain : memakan waktu banyak (time consuming), dan kalau kurang terpimpin dan terarah, dapat menjurus pada kekacauan dan kekaburan atas materi yang dipelajarinya.
·         Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM)
Dalam pelaksanaannya, Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah ( SPBM ), guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menetapkan topik masalah, walaupun sebenarnya guru sudah mempersiapkan apa yang harus dibahas. Proses pembelajaran diarahkan agar siswa mampu menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis.
Dilihat dari aspek psikologi belajar, SPBM bersandar pada psikologi kognitif yang berangkat dari asumsi bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
Dilihat dari aspek fisiologis tentang fungsi sekolah sebagai arena atau wadah untuk mempersiapkan anak didik agar dapat hidup di masyarakat, maka SPBM merupakan strategi yang memungkinkan dan sangat penting untuk dikembangkan. Hal ini disebabkan pada kenyataannya setiap manusia akan selalu dihadapkan kepada masalah.
SPBM memiliki beberapa keunggulan, yaitu :
1.      Pemecahan masalah (problem solving) merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran.
2.      Pemecahan masalah (problem solving) dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan penemuan baru bagi siswa.
3.      Pemecahan masalah (problem solving) dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.
4.      Pemecahan masalah (problem solving) dapat membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.
5.      Pemecahan masalah (problem solving) dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.
6.      Pemecahan masalah (problem solving) bisa memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran, pada dasarnya merupakan cara berpikir, dan sesuatu yang harus di mengerti oleh siswa, bukan hanya sekedar belajar dari guru atau dari buku-buku saja.
7.      Pemecahan masalah (problem solving) dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa.
8.      Pemecahan masalah (problem solving) dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk dapat berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
9.      Pemecahan masalah (problem solving) dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
10.  Pemecahan masalah (problem solving) dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar, sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir.
Disamping keunggulan, SPBM juga memiliki beberapa kelemahan yang meliputi :
1.      Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
2.      Keberhasilan strategi pembelajaran melalui problem solving membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
3.      Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang ingin mereka pelajari.
·         Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK)
Ada beberapa pengertian tentang pembelajaran kooperatif, antara lain :
1.      Depdiknas (2003:5) “Pembelajaran kooperatif (cooperative learning), merupakan strategi pembelajaran melalui kelompok kecil siswa yang saling bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar”.
2.      Bern dan Erickson (2001:5) “Cooperative Learning (pembelajaran kooperatif), merupakan strategi pembelajaran yang mengorganisir pembelajaran dengan menggunakan kelompok belajar kecil dimana siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan belajar”.
3.      Johnson (1994); Hamid Hasan (1996) “Belajar kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil (2-5 orang) dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja bersama untuk memaksimalkan belajar mereka dan anggota belajar lainnya dalam kelompok”.
4.      Suprijono, Agus (2010:54) “Model pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru”.
5.      Slavin (Isjoni, 2011:15) “In cooperative learning methods, students work together in four member teams to master material initially presentedby the teacher”. Pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja kelompok-kelompok kecil berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar.
Dari beberapa pengertian menurut para ahli, dapat disimpulkan bahwa, Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK) adalah suatu cara belajar dalam bentuk kelompok-kelompok kecil yang saling bekerja sama dan diarahkan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Keunggulan pembelajaran kooperatif sebagai sesuatu strategi pembelajaran diantaranya adalah :
1.      Siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru, tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa yang lain.
2.      Siswa dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide yang lain.
3.      Dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan.
4.      Dapat membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
5.      Merupakan suatu strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial.
6.      Dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri, menerima umpan balik.
7.      Dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata (riil).
8.      Interaksi yang terjadi dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir.
Sedangkan kelemahan / keterbatasan Strategi Pembelajaran Kooperatif antara lain :
1.      Membutuhkan waktu yang lama untuk memahami dan mengerti filosofi SPK
2.      Jika tanpa peer teaching yang efektif, bisa terjadi cara belajar yang seharusnya dipelajari dan dipahami siswa tidak pernah dicapai oleh siswa.
3.      Penilaian yang diberikan dalam SPK didasarkan kepada hasil kerja kelompok.
4.      Keberhasilan SPK dalam upaya mengembangkan kesadaran berkelompok memerlukan periode waktu yang cukup panjang.
5.      Banyaknya aktifitas dalam kehidupan yang hanya didasarkan kepada kemampuan secara individual.
·         Strategi Pembelajaran Kontekstual (CTL).
Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan meraka.
Beberapa keunggulan dari strategi ini adalah :
1.      Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil, artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar disekolah dengan kehidupan nyata.
2.      Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa.
3.      Pembelajaran yang menekankan pada aktifitas siswa secara penuh, baik fisik maupun mental.
4.      Kelas dalam pembelajaran kontekstual bukan sebagai tempat untuk memperoleh informasi, akan tetapi sebagai tempat untuk menguji data hasil temuan mereka dilapangan.
5.      Materi pelajaran dapat ditemukan sendiri oleh siswa, bukan hasil pemberian dari guru.
6.      Penerapan pembelajaran kontekstual dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih bermakna.
Sedangkan kelemahan dari pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut :
1.      Diperlukan waktu yang cukup lama saat proses pembelajaran kontekstual berlangsung.
2.      Jika guru tidak dapat mengendalikan kelas, maka dapat menciptakan situasi kelas yang kurang kondusif.
3.      Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi.
·         Strategi Pembelajaran Afektif
Strategi pembelajaran afektif adalah strategi yang bukan hanya bertujuan untuk mencapai pendidikan kognitif saja, melainkan untuk mencapai dimensi yang lainnya, diantaranya sikap dan keterampilan. Banyak yang beranggapan bahwa ranah afektif itu tidak untuk diajarkan, melainkan untuk dijadikan pembiasaan, karena jika ranah afektif cuma diajarkan tanpa pembiasaan, maka tidak akan ada hasil dari tujuan pembelajaran.
Kelebihan dari strategi ini adalah :
1.      Aspek sikap spiritual dan ketrampilan lebih terarahkan.
2.      Siswa mudah untuk dikondisikan.
3.      Siswa mengetahui informasi bukan hanya dari orang lain.
4.      Siswa belajar aktif.
5.      Melatih komunikasi.
Kelemahan strategi pembelajaran afektif, antara lain :
1.      Selama ini proses pendidikan sesuai dengan kurikulum yang berlaku cenderung diarahkan untuk pembentukan intelektual.
2.      Sulitnya melakukan kontrol, karena banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan sikap seseorang.
3.      Keberhasilan pembentukan sikap tidak bisa dievaluasi dengan segera.
4.      Pengaruh kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi yang menyuguhkan aneka pilihan program acara, berdampak pada pembentukan karakter anak.
·         Strategi Pembelajaran Kreatif Produk
Strategi pembelajaran Kreatif Produk adalah model pembelajaran yang dikembangkan dengan mengacu kepada berbagai pendekatan pembelajaran yang diasumsikan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar.
Kelebihan strategi pembelajaran Kreatif Produk ini adalah :
1.      Dalam setiap kegiatan, siswa terlibat secara aktif, baik intelektual maupun emosional
2.      Mencapai dampak instruksional dan memungkinkan terbentuknya dampak pengiring.
3.      Siswa mendapat kesempatan yang luas untuk berinteraksi langsung dengan sumber belajar.
4.      Memacu kreatifitas melalui kegiatan re-kreasi.
5.      Memungkinkan dilakukannya penilaian secara utuh dan komprehensif.
Sedangkan kelemahan-kelamahan pembelajaran ini tertuju pada kelemahan dilapangan, antara lain :
1.      Memerlukan kesiapan guru dan siswa.
2.      Memerlukan adaptasi pendidik.
3.      Memerlukan waktu yang panjang dan fleksibel, meskipun untuk topik-topik tertentu waktu yang diperlukan bisa dipersingkat karena tahapan eksplorasi bisa dilakukan diluar jam tatap muka dengan ditambah kegiatan terstruktur dan mandiri.
·         Strategi Pembelajaran Quantum
Pembelajaran Quantum sesungguhnya merupakan ramuan atau rakitan dari berbagai teori atau pandangan psikologi kognitif dan pemrograman neurology/neurologistik yang jauh sebelumnya sudah ada. Quantum Learning adala seperangkat metode dan falsafah belajar yang telah terbukti efektif disekolah dan bisnis bekerja untuk semua tipe orang, dan segala usia. Quantum Learning adalah gabungan yang sangat seimbang antara bekerja dan bermain, antara rangsangan internal dan eksternal, dan antara waktu yang dihabiskan didalam zona yang aman.
Diantara kelebihan-kelebihan Strategi Quantum adalah :
1.      Pembelajaran Quantum menekankan perkembangan akademis dan ketrampilan
2.      Model pembelajarannya pun lebih santai dan menyenangkan karena ketika belajar sambil di iringi oleh musik.
3.      Penyajian materi pelajarannya yang secara alami.
4.      Quantum Learning sebagai salah satu metode belajar dapat memadukan antara berbagai sugesti positif dan interaksinya dengan lingkungan.
Sedangkan kelemahan-kelemahannya antara lain :
1.      Memerlukan dan menuntut keahlian dan ketrampilan guru lebih khusus.
2.      Memerlukan proses perancangan dan persiapan pembelajaran yang cukup matang dan terencana dengan cara yang lebih baik.
3.      Adanya keterbatasan sumber belajar, alat belajar, dan menuntut situasi dan kondisi serta waktu yang lebih banyak.
·         Strategi Pembelajaran Berbasis Komputer dan Berbasis Elektronik (E-Learning)
Pembelajaran berbasis komputer dan elektronik adalah pembelajaran yang menggunakan komputer atau perangkat elektronik dengan memanfaatkan jaringan internet sebagai alat bantu. Melalui pembelajaran ini bahan ajar disajikan melalui media komputer atau perangkat elektronik sehingga kegiatan proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan menantang bagi siswa.
Kelebihan dari pembelajaran ini adalah :
1.      Pembelajaran bisa dari mana dan kapan saja (time and place flexibility)
2.      Bisa menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience).
3.      Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities)
4.      Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastuktur, peralatan, buku-buku).
5.      Menghemat waktu dan biaya perjalanan.
Kelemahan dari pembelajaran ini adalah :
1.      Guru tidak bisa mengontrol siswa dengan maksimal.
2.      Strategi ini hanya cocok untuk siswa yang sudah dewasa (karena anak kecil masih belum bisa mengoperasikan computer/perangkat elektronik).

·         Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL)
Strategi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) adalah sebuah model pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki potensi yang amat besar untuk membuat pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna untuk pembelajar usia dewasa.
Kelebihan strategi pembelajaran Berbasis Proyek antara lain :
1.      Meningkatkan motivasi
2.      Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
3.      Meningkatkan kolaborasi
4.      Meningkatkan ketrampilan mengelola sumber.
Sedangkan kelemahan dari strategi pembelajaran ini adalah :
1.      Kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan strategi ini.
2.      Pemilihan topik proyek yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa, cukup fasilitas dan sumber belajar yang diperlukan, bukanlah pekerjaan yang mudah.
3.      Bahan pelajaran sering menjadi luas, sehingga dapat mengaburkan pokok proyek yang dibahas.
4.      Organisasi bahan pelajaran, perencanaan dan pelaksanaan strategi ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum siap untuk ini.
·         Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB).
Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berfikir siswa melaui telaah fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan.
Kelebihan dari strategi ini antara lain :
1.      Siswa lebih siap menghadapi setiap persoalan yang disajikan oleh guru.
2.      Prioritas pembelajaran menekankan kepada ketrampilan siswa.
3.      Memberikan kebebasan untuk mengeksplor kemampuan siswa dengan berbagai media yang ada.
Adapun kelemahan dari strategi ini antara lain :
1.      Hanya sekolah yang sesuai dengan karakteristik SPPKB yang dapat melaksanakan model strategi ini dengan baik.
2.      Kelemahan strategi ini bukan keleahan dari model pembelajaran itu sendiri, tetapi karena factor diluar model pembelajaran. Factor tersebut berkenaan dengan kesiapan guru, siswa dan kondisi siswa.
3.      Factor waktu belajar yang tersedia tidak cukup dengan pembelajaran SPPKB yang membutuhkan waktu yang relatif banyak.
4.      Siswa yang memiliki kemampuan dibawah rata-rata sulit mengikuti strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir ini.
·         Strategi Pembelajaran Siklus
Suatu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered). Pengembangan model ini pertama kali dilakukan oleh Science Curriculum Improvement Study (SCIS) pada tahun 1970-1974. Model ini dilandasi oleh pandangan kontruktivisme dari piaget yang beranggapan bahwa dalam belajar pengetahuan itu dibangun sendiri oleh anak dalam struktur kognitif melalui interaksi dengan lingkungannya.
Kelebihannya :
1.      Meningkatkan motivasi belajar, karena peserta didik dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran.
2.      Membantu mengembangkan sikap ilmiah peserta didik.
3.      Pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Kelemahannya :
1.      Efektifitas pembelajaran rendah jika guru kurang menguasai materi dan langkah-langkah pembelajaran.
2.      Menurut kesungguhan dan kreativitas guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran.
3.      Memerlukan pengelolaan kelas yang lebih terencana dan terorganisasi.
4.      Memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran.









BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Strategi pembelajaran adalah pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam mewujudkan suatu pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan yang telah digariskan. Model pembelajaran yang efektif adalah model pembelajaran yang memiliki landasan teoretik yang humanistic, lentur, adaptif, berorientasi kekinian, memiliki sintak pembelajaran yang sederhana, mudah dilakukan, dapat mencapai tujuan dan hasil belajar yang disasar. Namun, secara filosofis tujuan pembelajaran adalah untuk memfasilitasi siswa dalam penumbuhan dan pengembangan kesadaran belajar, sehingga mampu melakukan olah piker, rasa, dan raga dalam memecahkan masalah kehidupan didunia nyata.
Demikian apa yang bisa kami paparkan pada makalah ini, semoga bisa diambil hikmah dan manfaatnya bagi yang membaca, dan menambah pahala bagi yang menulisnya. Hanya kepada Allah kami ucapkan syukur Alhamdulillah karena dengan pertolongannya, kami bisa menyelesaikan makalah ini walaupun masih jauh dari kesempurnaan.
Wallahul mufawiq ila aqwamit thoriq
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh








1 komentar:

  1. The Perfect Casino: Top Offers & Bonuses at
    The Best gri-go.com Casino Offers. Casino Bonuses & Promotions. With an emphasis septcasino on casino games, the gambling https://septcasino.com/review/merit-casino/ industry is worrione expected https://jancasino.com/review/merit-casino/ to explode

    BalasHapus