DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan rumusan
masalah
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Strategi Pembelajaran
Istilah-Istilah Yang Hampir Sama Dengan Strategi
Pembelajaran
Macam-Macam Strategi Pembelajaran
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil alamin
Hanya kata Alhamdulillah yang bisa kami ungkapkan atas
pertolongan dan hidayah NYA, sehingga makalah ini dapat terselesaikan walaupun
dengan waktu yang agak singkat dan dengan jumlah jadwal yang agak padat.
Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi
agung Muhammad SAW, sang revolusioner terbesar yang ada dalam sejarah, dan yang
patut kita jadikan teladan seumur hidup.
Makalah yang berjudul “STRATEGI PEMBELAJARAN” ini, kami
hadiahkan untuk semua saja yang mau membacanya, khususnya kepada bapak dosen
kami (Dr.Mundir) yang telah memberi semangat dalam peyusunan makalah ini,
semoga apa yang dipaparkan bisa memberi manfaat bagi pembaca, dan menjadi amal
shaleh bagi penyusunnya.
Akhirnya, dengan mengharap ridho dari Allah…..
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Di zaman yang sudah maju seperti
sekarang ini, pengajaran dan pendidikan sangatlah penting sekali bagi kemajuan
suatu bangsa. Pemerintah Indonesia, setelah melihat karakter bangsanya yang
sudah memudar, sudah berbelok dari ciri khas watak rakyat Indonesia yang
terkenal santun, cerdas dan pemberani, saat ini gencar-gencarnya melaksanakan
suatu program pendidikan yang berbasis karakter untuk mencapai kejayaan
sebagaimana yang telah diraih oleh bangsa di sekitarnya.
Pendidikan Karakter
dirancang untuk mencetak generasi penerus bangsa yang mampu memajukan tanah air
negeri tercinta ini. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan
Nasional telah disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Ingatkah kita akan sejarah
negeri jepang setelah kota Nagasaki dan Herosima di hancurkan oleh Nuklir
Amerika dan sekutunya, bangkit menjadi negara yang mempunyai peradaban maju,
berteknologi canggih dan berpendidikan tinggi. Seorang raja Hirohito tidak
putus asa dengan kehancuran dua kota tersebut, dan memulai membangun negeri
jepang dengan prinsip pendidikan. Dengan sisa guru-guru yang masih hidup,
negeri jepang bisa kembali meraih kejayaan.
Tentunya, kesuksesan negeri
jepang dalam meraih suatu kejayaan melalui pendidikan, bukan hanya dengan
pendidikan yang asal-asalan, melainkan menggunakan cara-cara, strategi atau
metode yang sangat bagus sekali.
B. RUMUSAN MASALAH
·
Apa yang dimaksud dengan strategi
pembelajaran?
·
Istilah-istilah apa saja yang hampir
sama dengan strategi pembelajaran?
·
Apa saja macam-macam strategi
pembelajaran?
C. TUJUAN RUMUSAN MASALAH
·
Mahasiswa mengerti definisi dari
strategi pembelajaran
·
Mahasiswa faham tentang istilah-istilah
yang berkaitan/hampir sama dengan strategi pembelajaran.
·
Mahasiswa mengetahui macam-macam
strategi pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN STRATEGI
PEMBELAJARAN
Secara umum, strategi bisa
diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha
mencapai sasaran yang telah ditentukan. Kalau kita kaitkan dengan pembelajaran,
maka strategi pembelajaran adalah pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik
dalam mewujudkan suatu pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan yang telah
digariskan.
Menurut
Suyono, Strategi pembelajaran adalah rangkaian kegiatan dalam proses
pembelajaran yang terkait dengan pengelolaan siswa, pengelolaan guru,
pengelolaan kegiatan pembelajaran, pengelolaan lingkungan belajar, pengelolaan
sumber belajar dan penilaian (asasmen) agar pembelajaran lebih efektif dan
efisien sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan
Menurut sanjaya (2007 : 126)
dalam dunia pendidikan, strategi di artikan sebagai perencanaan yang berisi
tentang rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. Sedangkan Kemp (Wina Senjaya : 2008) mengemukakan bahwa strategi
pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan
siswa agar tujuan pembelajaran dapat di capai secara efektif dan efisien.
Selanjutnya dengan mengutip pemikiran J.R. David Wina Senjaya menyebutkan bahwa
dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan, artinya bahwa strategi
pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan
diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat
dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery
learning dan (2) group-individual learning.
B. ISTILAH-ISTILAH YANG HAMPIR
SAMA DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Ada beberapa istilah yang
hampir sama dengan strategi yaitu : pendekatan, metode, tehnik atau taktik
dalam pembelajaran.
ü Pendekatan adalah konsep
dasar yag mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan mendasari metode pembelajaran
dengan cakupan teoretis tertentu. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik
tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Pendekatan yang
berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct
instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan
pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi
pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif (Sanjaya,
2008:127).
ü Metode pembelajaran adalah
prosedur urutan, langkah-langkah dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian
tujuan pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan
jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat diabarkan kedalam berbagai
metode pembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur
pembelajaran yang di fokuskan ke pencapaian tujuan.
ü Tehnik pembelajaran adalah
suatu cara yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode pembelajaran, misalnya, cara
yang harus dilakukan agar metode ceramah berjalan efektif dan efisien. Dengan
demikian, sebelum seseorang melakukan proses ceramah, sebaiknya memperhatikan
kondisi dan situasi, misalnya berceramah pada siang hari setelah makan siang
dengan jumlah siswa yang banyak tentu saja akan berbeda jika ceramah itu
dilakukan pada pagi hari dengan jumlah siswa yang terbatas.
ü Taktik adalah gaya seseorang
dalam melaksanakan suatu tehnik atau metode tertentu. Taktik sifatnya lebih
individual, walaupun dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah dalam
situasi dan kondisi yang sama, sudah pasti mereka akan melakukannya secara
berbeda, misalnya : dalam taktik menggunakan ilustrasi atau menggunakan gaya
bahasa agar materi yang disampaikan mudah dipahami.
Dari penjelasan diatas,
dapat disimpulkan bahwa suatu strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan
tergantung pada pendekatan yang digunakan, sedangkan bagaimana menjalankan
strategi itu, dapat ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Dalam upaya menjalankan
metode pembelajaran, guru dapat menentukan tehnik yang dianggapnya relevan
dengan metode, dan penggunaan tehnik itu, setiap guru memiliki taktik yang
mungkin berbeda antara guru yang satu dengan yang lain. Untuk itu, strategi
dapat diasumsikan sama artinya dengan sebuah siasat, cara atau taktik, jadi,
setelah guru menetapkan pendekatan pembelajaran, maka selanjutnya guru harus
menyusun sebuah strategi dalam pembelajaran, dan dalam strategi itulah seorang
guru harus memakai suatu metode, diteruskan dengan memakai suatu tehnik-tehnik
serta taktik dalam pembelajaran
![]() |
||||||||||||||
![]() |
![]() |
|||||||||||||
![]() |
![]() |
|||||||||||||
![]() |
||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||
C. MACAM-MACAM STRATEGI
PEMBELAJARAN
Macam-macam
strategi pembelajaran meliputi :
·
Strategi
Pembelajaran Ekspositori (SPE)
Istilah
ekspositori berasal dari konsep eksposisi yang berarti memberi penjelasan.
Dalam konteks pembelajaran, ekspositori merupakan strategi yang dilakukan guru
untuk mengatakan atau menjelaskan fakta-fakta, gagasan-gagasan dan
informasi-informasi penting lainnya kepada para pembelajar.
Ada
beberapa pendapat para ahli mengenai strategi ekspositori, antara lain :
a.
Wina
Sanjaya “Strategi pembelajaran ekspositori adalah salah satu diantara strategi
pembelajaran yang menekankan kepada proses bertutur”. Materi pembelajaran
sengaja diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah
menyimak dan mendengarkan materi yang disampaikan guru.
b.
Direktorat
Tenaga Kependidikan “Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi
pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal
dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat
menguasai materi pelajaran secara optimal”. Dalam strategi ini, materi
pelajaran disampaikan langsung oleh guru. Siswa tidak dituntut untuk menemukan
materi itu. Materi pelajaran seakan akan sudah jadi, karena strategi
ekspositori lebih menekankan kepada proses bertutur, maka sering juga dinamakn
strategi “Chalk and Talk”.
c.
Roy
Killen (1998) menamakan strategi ekspositori ini dengan istilah strategi
pembelajaran langsung (direct instruction). Dalam sistem ini, guru menyajikan
bahan dalam bentuk yang telah dipersiapkan secara rapi, sistematik dan lengkap,
sehingga siswa tinggal menyimak dan mencernanya secara teratur dan tertib.
Strategi
pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang
berorientasi kepada guru (teacher centered approach), dikatakan demikian, sebab
dalam strategi ini guru memegang peran yang sangat dominan. Strategi ini
mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya :
ü Dengan strategi pembelajaran ekspositori,
guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran. Ia dapat
mengetahui sampai sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan.
ü Strategi pembelajaran ekspositori dianggap
sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas,
sementara itu waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas.
ü Melalui strategi pembelajaran ekspositori,
selain siswa dapat mendengar melalui penuturan tentang suatu materi pelajaran,
juga sekaligus siswa bisa melihat atau mengobservasi (melalui pelaksanaan
demonstrasi).
ü Strategi pembelajaran ekspositori ini bisa
digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar.
Disamping
memiliki keunggulan, strategi pembelajaran ekspositori ini mempunyai kelemahan,
yaitu : strategi pembelajaran ini hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa
yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik. Untuk siswa yang
tidak memiliki kemampuan seperti itu perlu digunakan strategi lain.
·
Strategi
Pembelajaran Inkuiri (SPI)
Inkuiri
yang dalam bahasa inggris inquiry berarti pernyataan, pemeriksaan atau
penyelidikan. Inkuiri sebagai suatu proses umum yang dilakukan manusia untuk
mencari atau memahami informasi. Gulo (2002), menyatakan strategi inkuiri berarti
suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh
kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis,
analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuan dengan penuh
percaya diri.
Pembelajaran
inkuiri menurut Suchman adalah peran guru dalam memonitor pertanyaan siswa
untuk mencegah agar proses inkuiri tidak sama dengan permainan tebakan. Hal ini
memerlukan dua aturan penting, yaitu :
1.
Pertanyaan
harus dijawab ya atau tidak, dan harus diucapkan dengan suatu cara agar siswa
dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan melakukan pengamatan.
2.
Pertanyaan
harus disusun sedemikian rupa, sehingga tidak menyebabkan guru memberikan
jawaban pertanyaan tersebut, tetapi mengarahkan siswa untuk menemukan jawaban sendiri.
Strategi
pembelajaran inkuiri seperti yang dikutip oleh kardi (2003:10) mempunyai 2
kelebihan, yaitu :
1. Penelitian dapat diselesaikan dalam waktu
satu periode pertemuan. Waktu yang singkat ini memungkinkan siswa dapat
mengalami siklus inkuiri dengan cepat, dan dengan pelatihan, mereka akan
terampil melakukan inkuiri.
2. Lebih efektif dalam semua bidang didalam
kurikulum.
Pembelajaran
ini sangat cocok untuk materi pelajaran yang bersifat kognitif. Kelemahannya
antara lain : memakan waktu banyak (time consuming), dan kalau kurang terpimpin
dan terarah, dapat menjurus pada kekacauan dan kekaburan atas materi yang
dipelajarinya.
·
Strategi
Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM)
Dalam
pelaksanaannya, Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah ( SPBM ), guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menetapkan topik masalah, walaupun sebenarnya
guru sudah mempersiapkan apa yang harus dibahas. Proses pembelajaran diarahkan
agar siswa mampu menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis.
Dilihat
dari aspek psikologi belajar, SPBM bersandar pada psikologi kognitif yang
berangkat dari asumsi bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat
adanya pengalaman.
Dilihat
dari aspek fisiologis tentang fungsi sekolah sebagai arena atau wadah untuk
mempersiapkan anak didik agar dapat hidup di masyarakat, maka SPBM merupakan
strategi yang memungkinkan dan sangat penting untuk dikembangkan. Hal ini
disebabkan pada kenyataannya setiap manusia akan selalu dihadapkan kepada
masalah.
SPBM
memiliki beberapa keunggulan, yaitu :
1. Pemecahan masalah (problem solving)
merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran.
2. Pemecahan masalah (problem solving) dapat
menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan penemuan
baru bagi siswa.
3. Pemecahan masalah (problem solving) dapat
meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.
4. Pemecahan masalah (problem solving) dapat
membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah
dalam kehidupan nyata.
5. Pemecahan masalah (problem solving) dapat
membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab
dalam pembelajaran yang mereka lakukan.
6. Pemecahan masalah (problem solving) bisa
memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran, pada dasarnya
merupakan cara berpikir, dan sesuatu yang harus di mengerti oleh siswa, bukan
hanya sekedar belajar dari guru atau dari buku-buku saja.
7. Pemecahan masalah (problem solving)
dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa.
8. Pemecahan masalah (problem solving) dapat
mengembangkan kemampuan siswa untuk dapat berpikir kritis dan mengembangkan
kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
9. Pemecahan masalah (problem solving) dapat
memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang
mereka miliki dalam dunia nyata.
10. Pemecahan masalah (problem solving) dapat
mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar, sekalipun belajar
pada pendidikan formal telah berakhir.
Disamping
keunggulan, SPBM juga memiliki beberapa kelemahan yang meliputi :
1. Manakala siswa tidak memiliki minat atau
tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk
dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
2. Keberhasilan strategi pembelajaran melalui
problem solving membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
3. Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha
untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar
apa yang ingin mereka pelajari.
·
Strategi
Pembelajaran Kooperatif (SPK)
Ada
beberapa pengertian tentang pembelajaran kooperatif, antara lain :
1. Depdiknas (2003:5) “Pembelajaran
kooperatif (cooperative learning), merupakan strategi pembelajaran melalui
kelompok kecil siswa yang saling bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi
belajar untuk mencapai tujuan belajar”.
2. Bern dan Erickson (2001:5) “Cooperative
Learning (pembelajaran kooperatif), merupakan strategi pembelajaran yang
mengorganisir pembelajaran dengan menggunakan kelompok belajar kecil dimana
siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan belajar”.
3. Johnson (1994); Hamid Hasan (1996)
“Belajar kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil (2-5 orang) dalam
pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja bersama untuk memaksimalkan
belajar mereka dan anggota belajar lainnya dalam kelompok”.
4. Suprijono, Agus (2010:54) “Model
pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis
kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang dipimpin oleh guru atau diarahkan
oleh guru”.
5. Slavin (Isjoni, 2011:15) “In cooperative
learning methods, students work together in four member teams to master
material initially presentedby the teacher”. Pembelajaran kooperatif adalah
suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja kelompok-kelompok kecil
berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang peserta didik
lebih bergairah dalam belajar.
Dari beberapa pengertian menurut para ahli, dapat disimpulkan bahwa,
Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK) adalah suatu cara belajar dalam bentuk
kelompok-kelompok kecil yang saling bekerja sama dan diarahkan oleh guru untuk
mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Keunggulan pembelajaran kooperatif sebagai sesuatu strategi pembelajaran
diantaranya adalah :
1. Siswa tidak terlalu menggantungkan pada
guru, tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri, menemukan
informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa yang lain.
2. Siswa dapat mengembangkan kemampuan
mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya
dengan ide-ide yang lain.
3. Dapat membantu anak untuk respek pada
orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala
perbedaan.
4. Dapat membantu memberdayakan setiap siswa
untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
5. Merupakan suatu strategi yang cukup ampuh
untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial.
6. Dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk
menguji ide dan pemahamannya sendiri, menerima umpan balik.
7. Dapat meningkatkan kemampuan siswa
menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata (riil).
8. Interaksi yang terjadi dapat meningkatkan
motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir.
Sedangkan
kelemahan / keterbatasan Strategi Pembelajaran Kooperatif antara lain :
1. Membutuhkan waktu yang lama untuk memahami
dan mengerti filosofi SPK
2. Jika tanpa peer teaching yang
efektif, bisa terjadi cara belajar yang seharusnya dipelajari dan dipahami
siswa tidak pernah dicapai oleh siswa.
3. Penilaian yang diberikan dalam SPK
didasarkan kepada hasil kerja kelompok.
4. Keberhasilan SPK dalam upaya mengembangkan
kesadaran berkelompok memerlukan periode waktu yang cukup panjang.
5. Banyaknya aktifitas dalam kehidupan yang
hanya didasarkan kepada kemampuan secara individual.
·
Strategi
Pembelajaran Kontekstual (CTL).
Contextual
Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan
kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang
dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga
mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan meraka.
Beberapa
keunggulan dari strategi ini adalah :
1. Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan
riil, artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman
belajar disekolah dengan kehidupan nyata.
2. Pembelajaran lebih produktif dan mampu
menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa.
3. Pembelajaran yang menekankan pada
aktifitas siswa secara penuh, baik fisik maupun mental.
4. Kelas dalam pembelajaran kontekstual bukan
sebagai tempat untuk memperoleh informasi, akan tetapi sebagai tempat untuk
menguji data hasil temuan mereka dilapangan.
5. Materi pelajaran dapat ditemukan sendiri
oleh siswa, bukan hasil pemberian dari guru.
6. Penerapan pembelajaran kontekstual dapat
menciptakan suasana pembelajaran yang lebih bermakna.
Sedangkan
kelemahan dari pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut :
1. Diperlukan waktu yang cukup lama saat
proses pembelajaran kontekstual berlangsung.
2. Jika guru tidak dapat mengendalikan kelas,
maka dapat menciptakan situasi kelas yang kurang kondusif.
3. Guru tidak lagi berperan sebagai pusat
informasi.
·
Strategi
Pembelajaran Afektif
Strategi
pembelajaran afektif adalah strategi yang bukan hanya bertujuan untuk mencapai
pendidikan kognitif saja, melainkan untuk mencapai dimensi yang lainnya,
diantaranya sikap dan keterampilan. Banyak yang beranggapan bahwa ranah afektif
itu tidak untuk diajarkan, melainkan untuk dijadikan pembiasaan, karena jika
ranah afektif cuma diajarkan tanpa pembiasaan, maka tidak akan ada hasil dari
tujuan pembelajaran.
Kelebihan
dari strategi ini adalah :
1. Aspek
sikap spiritual dan ketrampilan lebih terarahkan.
2. Siswa
mudah untuk dikondisikan.
3. Siswa
mengetahui informasi bukan hanya dari orang lain.
4. Siswa
belajar aktif.
5. Melatih
komunikasi.
Kelemahan
strategi pembelajaran afektif, antara lain :
1. Selama ini proses pendidikan sesuai dengan
kurikulum yang berlaku cenderung diarahkan untuk pembentukan intelektual.
2. Sulitnya melakukan kontrol, karena
banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan sikap seseorang.
3. Keberhasilan pembentukan sikap tidak bisa
dievaluasi dengan segera.
4. Pengaruh kemajuan teknologi, khususnya
teknologi informasi yang menyuguhkan aneka pilihan program acara, berdampak
pada pembentukan karakter anak.
·
Strategi
Pembelajaran Kreatif Produk
Strategi pembelajaran Kreatif Produk adalah model
pembelajaran yang dikembangkan dengan mengacu kepada berbagai pendekatan
pembelajaran yang diasumsikan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil
belajar.
Kelebihan strategi pembelajaran Kreatif Produk ini adalah :
1.
Dalam
setiap kegiatan, siswa terlibat secara aktif, baik intelektual maupun emosional
2. Mencapai dampak instruksional dan
memungkinkan terbentuknya dampak pengiring.
3. Siswa mendapat
kesempatan yang luas untuk berinteraksi langsung dengan sumber belajar.
4. Memacu
kreatifitas melalui kegiatan re-kreasi.
5. Memungkinkan
dilakukannya penilaian secara utuh dan komprehensif.
Sedangkan kelemahan-kelamahan pembelajaran ini
tertuju pada kelemahan dilapangan, antara lain :
1.
Memerlukan kesiapan guru dan siswa.
2.
Memerlukan adaptasi pendidik.
3.
Memerlukan waktu yang panjang dan fleksibel,
meskipun untuk topik-topik tertentu waktu yang diperlukan bisa dipersingkat
karena tahapan eksplorasi bisa dilakukan diluar jam tatap muka dengan ditambah
kegiatan terstruktur dan mandiri.
·
Strategi
Pembelajaran Quantum
Pembelajaran
Quantum sesungguhnya merupakan ramuan atau rakitan dari berbagai teori atau
pandangan psikologi kognitif dan pemrograman neurology/neurologistik yang jauh
sebelumnya sudah ada. Quantum Learning adala seperangkat metode dan falsafah
belajar yang telah terbukti efektif disekolah dan bisnis bekerja untuk semua
tipe orang, dan segala usia. Quantum Learning adalah gabungan yang sangat
seimbang antara bekerja dan bermain, antara rangsangan internal dan eksternal,
dan antara waktu yang dihabiskan didalam zona yang aman.
Diantara
kelebihan-kelebihan Strategi Quantum adalah :
1. Pembelajaran Quantum menekankan
perkembangan akademis dan ketrampilan
2. Model pembelajarannya pun lebih santai dan
menyenangkan karena ketika belajar sambil di iringi oleh musik.
3. Penyajian materi pelajarannya yang secara
alami.
4. Quantum Learning sebagai salah satu metode
belajar dapat memadukan antara berbagai sugesti positif dan interaksinya dengan
lingkungan.
Sedangkan
kelemahan-kelemahannya antara lain :
1. Memerlukan dan menuntut keahlian dan
ketrampilan guru lebih khusus.
2. Memerlukan proses perancangan dan
persiapan pembelajaran yang cukup matang dan terencana dengan cara yang lebih
baik.
3. Adanya keterbatasan sumber belajar, alat
belajar, dan menuntut situasi dan kondisi serta waktu yang lebih banyak.
·
Strategi
Pembelajaran Berbasis Komputer dan Berbasis Elektronik (E-Learning)
Pembelajaran
berbasis komputer dan elektronik adalah pembelajaran yang menggunakan komputer
atau perangkat elektronik dengan memanfaatkan jaringan internet sebagai alat
bantu. Melalui pembelajaran ini bahan ajar disajikan melalui media komputer
atau perangkat elektronik sehingga kegiatan proses belajar mengajar menjadi
lebih menarik dan menantang bagi siswa.
Kelebihan
dari pembelajaran ini adalah :
1. Pembelajaran bisa dari mana dan kapan saja
(time and place flexibility)
2. Bisa menjangkau peserta didik dalam
cakupan yang luas (global audience).
3. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan
materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable
capabilities)
4. Menghemat biaya pendidikan secara
keseluruhan (infrastuktur, peralatan, buku-buku).
5. Menghemat waktu dan biaya perjalanan.
Kelemahan dari pembelajaran ini adalah :
1. Guru
tidak bisa mengontrol siswa dengan maksimal.
2. Strategi
ini hanya cocok untuk siswa yang sudah dewasa (karena anak kecil masih belum
bisa mengoperasikan computer/perangkat elektronik).
·
Strategi
Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL)
Strategi
pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) adalah sebuah model pembelajaran
yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan
yang kompleks. Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki potensi yang amat besar
untuk membuat pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna untuk
pembelajar usia dewasa.
Kelebihan strategi pembelajaran Berbasis Proyek
antara lain :
1.
Meningkatkan motivasi
2.
Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
3.
Meningkatkan kolaborasi
4.
Meningkatkan ketrampilan mengelola sumber.
Sedangkan kelemahan dari strategi pembelajaran
ini adalah :
1.
Kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini, baik
secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan strategi ini.
2.
Pemilihan topik proyek yang tepat sesuai dengan
kebutuhan siswa, cukup fasilitas dan sumber belajar yang diperlukan, bukanlah pekerjaan
yang mudah.
3.
Bahan pelajaran sering menjadi luas, sehingga dapat
mengaburkan pokok proyek yang dibahas.
4.
Organisasi bahan pelajaran, perencanaan dan pelaksanaan
strategi ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para
guru belum siap untuk ini.
·
Strategi
Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB).
Strategi
pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir adalah model pembelajaran yang
bertumpu kepada pengembangan kemampuan berfikir siswa melaui telaah fakta-fakta
atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan.
Kelebihan dari strategi ini antara lain :
1.
Siswa lebih siap menghadapi setiap persoalan yang
disajikan oleh guru.
2.
Prioritas pembelajaran menekankan kepada ketrampilan
siswa.
3.
Memberikan kebebasan untuk mengeksplor kemampuan siswa
dengan berbagai media yang ada.
Adapun kelemahan dari strategi ini antara lain :
1.
Hanya sekolah yang sesuai dengan karakteristik SPPKB
yang dapat melaksanakan model strategi ini dengan baik.
2.
Kelemahan strategi ini bukan keleahan dari model
pembelajaran itu sendiri, tetapi karena factor diluar model pembelajaran.
Factor tersebut berkenaan dengan kesiapan guru, siswa dan kondisi siswa.
3.
Factor waktu belajar yang tersedia tidak cukup dengan
pembelajaran SPPKB yang membutuhkan waktu yang relatif banyak.
4.
Siswa yang memiliki kemampuan dibawah rata-rata sulit
mengikuti strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir ini.
·
Strategi
Pembelajaran Siklus
Suatu
model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered). Pengembangan
model ini pertama kali dilakukan oleh Science Curriculum Improvement Study
(SCIS) pada tahun 1970-1974. Model ini dilandasi oleh pandangan
kontruktivisme dari piaget yang beranggapan bahwa dalam belajar pengetahuan itu
dibangun sendiri oleh anak dalam struktur kognitif melalui interaksi dengan
lingkungannya.
Kelebihannya :
1.
Meningkatkan motivasi belajar, karena peserta didik
dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran.
2.
Membantu mengembangkan sikap ilmiah peserta didik.
3.
Pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Kelemahannya :
1.
Efektifitas pembelajaran rendah jika guru kurang
menguasai materi dan langkah-langkah pembelajaran.
2.
Menurut kesungguhan dan kreativitas guru dalam
merancang dan melaksanakan proses pembelajaran.
3.
Memerlukan pengelolaan kelas yang lebih terencana dan
terorganisasi.
4.
Memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak dalam menyusun
rencana dan melaksanakan pembelajaran.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Strategi pembelajaran
adalah pola-pola umum kegiatan guru
dan anak didik dalam mewujudkan suatu pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan
yang telah digariskan. Model pembelajaran yang efektif adalah model
pembelajaran yang memiliki landasan teoretik yang humanistic, lentur, adaptif,
berorientasi kekinian, memiliki sintak pembelajaran yang sederhana, mudah
dilakukan, dapat mencapai tujuan dan hasil belajar yang disasar. Namun, secara
filosofis tujuan pembelajaran adalah untuk memfasilitasi siswa dalam penumbuhan
dan pengembangan kesadaran belajar, sehingga mampu melakukan olah piker, rasa,
dan raga dalam memecahkan masalah kehidupan didunia nyata.
Demikian apa yang bisa kami paparkan pada makalah ini,
semoga bisa diambil hikmah dan manfaatnya bagi yang membaca, dan menambah
pahala bagi yang menulisnya. Hanya kepada Allah kami ucapkan syukur
Alhamdulillah karena dengan pertolongannya, kami bisa menyelesaikan makalah ini
walaupun masih jauh dari kesempurnaan.
Wallahul mufawiq ila aqwamit thoriq
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
The Perfect Casino: Top Offers & Bonuses at
BalasHapusThe Best gri-go.com Casino Offers. Casino Bonuses & Promotions. With an emphasis septcasino on casino games, the gambling https://septcasino.com/review/merit-casino/ industry is worrione expected https://jancasino.com/review/merit-casino/ to explode